kenapa banyak negara modern lebih memilih kapal destroyer ketimbang battleship

Era battleship atau Kapal perang raksasa telah timbul tenggelam dalam sejarah perang di laut.dahulu merupakan lambang supremasi kekuatan suatu negara, menjadi momok dalam setiap penjelajahannya. 



Kapal tempur dibuat dengan bobot yang luar biasa dengan perlindungan yang sangat-sangat tebal, sehingga memungkinkan bertahan hidup pada setiap pertempurannya. namun di era modern saat ini  ukuran raksasa justru menjadi titik lemah kapal. Battleship memang memiliki kemampuan bertahan lebih tinggi dibandingkan dengan kapal kelas lain. Tetapi kapal ini juga tidak bisa memukul lawan dengan baik. Terlebih kemudian dengan perkembangan senjata saat ini, sekuat apapun kapal tetap tidak bisa menahan gempuran rudal kapal permukaan dan kapal selam serta gerombolan pesawat tempur. Dengan lambatnya kemampuan manuver menjadikan Battleship sebagai sasaran empuk dari udara, permukaan dan dalam lautan, Pelan namun pasti Battleship mulai disingkirkan dari medan perang modern.

sementara destroyer atau kapal perusak Karena sangat lincah dan bentuknya kecil, maka kapal cepat ini menjadi ancaman nyata bagi kapal-kapal perang besar. Kapal tempur (battleship) misalnya, dengan tubuhnya yang besar dan meriam-meriam besarnya, terlalu lamban untuk menghadapi kapal sekecil itu. bahkan dewasa ini kapal-kapal destroyer sudah mengunakan sitstem kamuflase yang lebih baik dan gerakanya tanpa terdeteksi radar lawan, sampai dipasangi dengan peluncur rudal.

Evolusi desain kapal perusak terjadi tatkala Perang Dunia I meletus. Pada masa itu muncul ancaman dari kapal selam U-Boat bagi armada kapal perang. Akibatnya mau tak mau kapal perusak harus dilengkapi senjata penangkal kapal selam. Senjata yang dimaksud tak lain berupa bom dalam (depth charges) serta sonar untuk mengetahui posisi kapal selam lawan.

USS Ross, sebuah kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke


Perubahan kapal perusak kembali terjadi dalam Perang Dunia II. Lagi-lagi disebabkan oleh arsenal baru yang dilibatkan. Kali ini lawan tangguh muncul dari udara, pesawat terbang. Sekali lagi ada tipikal senjata baru berupa kanon antipesawat mesti dijejalkan. Akibat penambahan arsenal, berarti dimensi luas dek maupun bobot kapal bakal melonjak. Efeknya, destroyer menjelma menjadi kapal penjelajah (cruiser).

Perubahan kelas itu tidak menjadi masalah bagi angkatan laut yang berencana membangun kapal perusak baru. Tetapi untuk armada kapal yang sudah operasional tentu menjadi masalah. Solusi singkat didapat dengan mengadopsi meriam fungsi ganda (dual purpose canon). Meriam ini selain bisa digunakan untuk menghantam target permukaan, ia bisa pula dipakai merontokkan pesawat. Ciri khas meriam ini adalah kecepatan tembak (rate of fire) lebih tinggi daripada meriam anti kapal (satu fungsi/single purpose).


Namun era kini China sedang menguji kapal perang permukaan type 055 yang akan menjadi kapal militer terbesar di Asia. Angkatan Laut Rusia tidak mau ketinggalan dengan mengumumkan pihaknya berencana untuk memulai pembangunan kapal perusak kelas Lider  mulai tahun 2019.

Menurut desainer, kapal perang baru Rusia akan memiliki bobot 17.500 ton dan membawa 60 rudal jelajah anti-kapal, 128 rudal anti pesawat dan 16 rudal anti-kapal. Kapal perang diperkirakan akan mencapai kecepatan 30 knot dan tetap di laut hingga 90 hari tanpa dukungan. Profesor Farley menggarisbawahi bahwa kapal-kapal besar memang masih memiliki kekuatan mematikan dan bertahan hidup yang unggu.


“Misalnya, kapal yang lebih besar dapat membawa senjata yang lebih besar dan banyak, yang dapat mereka gunakan baik untuk tujuan ofensif dan defensif. Kemajuan teknologi meriam (seperti sistem canggih meriam 155 mm yang digunakan dipasang pada perusak kelas Zumwalt) berarti bahwa kekuatan artileri angkatan laut bisa menyerang lebih jauh dan lebih akurat dari sebelumnya, “katanya.
“Kapal yang lebih besar dapat menghasilkan tenaga lebih, kemampua mematikan yang meningkat serta kemampuan bertahan juga makin lengkap (laser anti-rudal, teknologi sensor defensif, sistem pertahananjarak dekat),” tekan Farley. Dia  menambahkan bahwa kapal perang modern kemungkinan besar akan digunakan untuk melawan sistem berbasis pantai.

rujukan:
https://www.jejaktapak.com/2016/05/21/apakah-era-battleship-akan-kembali/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kapal_perusak
https://id.wikipedia.org/wiki/Kapal_tempur